Bapas Jogja Gelar Rapat Lanjutan Pembahasan Program Alternatif bagi ABH di Kabupaten Sleman

Bapas YK

Senin (16/9), Bapas Kelas I Yogyakarta menyelenggarakan rapat PKBM bagi ABH. Rapat ini merupakan lanjutan dari rapat-rapat sebelumnya. Rapat ini dihadiri oleh tim penyusunan program pendidikan alternative khusus ABH, di antaranya adalah perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, BPRSR DIY, GP SILOAM, Unit PPA Polres Sleman, Bapas Kelas I Yogyakarta, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Sleman,

Bertempat di Ruang Rapat Bapas Kelas I Yogyakarta, agenda rapat kali ini adalah penyelesaian dari potensi-potensi kendala yang akan dihadapi oleh tim. Baik dari sisi administrasi, teknis, maupun legalitas dalam penyelenggaraan ke depan.

Rapat dibuka oleh perwakilan Kepala Bapas Kelas I Yogyakarta, Hartono, sekaligus selaku Kepala Seksi Bimbingan Klien Anak Bapas Kelas I Yogyakarta. Selanjutnya, rapat dipandu oleh Pembimbing Kemasyarakatan Muda, Jarot Wahyu Winasis. Diskusi berjalan efektif karena dapat mempertemukan berbagai stakeholder penanganan ABH secara langsung. Berbagai permasalahan dapat segera dikomunikasikan dalam kesempatan ini.

Kepala BPRSR DIY siap memfasilitasi sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama proses belajar mengajar. “Selain langkah pencegahan yang harus dilaksanakan, proses kuratif pun perlu diantisipasi dengan baik. Salah satunya dengan pembentukan wadah belajar ini. BPRSR DIY siap menyediakan ruangan, anak didik, dan fasilitas lainnya.” Jelas Fatchan.

Kepala SKB Sleman, Sukirjan, menyambut baik program ini, “Kami Siap mendukung kelancaran program ini, mulai dari tenaga pengajar hingga tenaga administrasi.” Kata Sukirjan.

Hartono berpesan untuk terus menjaga komitmen bersama dalam kelancaran pelaksanaan pembentukan program alternatif ini. “Tim harus segera melakukan aksi nyata, ke depannya diperlukan adanya payung hukum berupa perjanjian kerja sama bersama dari masing-masing instansi. Mari kita wujudkan komitmen dan kepedulian bersama ini agar dapat memberikan sumbangsih kepada negara.” Pesan Hartono menutup rapat.

Kasubsi Bimkemas Anak Bapas Kelas I Yogyakarta, Wine Safitri, menyambut positif adanya program ini. “Senang sekali melihat kepedulian banyak pihak dalam menangani ABH, jika program ini sudah berjalan maka perlu disosialisasikan kepada para Pembimbing Kemasyarakatan maupun Aparat Penegak Hukum lainnya terkait informasi rekomendasi dalam penelitian Kemasyarakatan (Litmas).”

Rapat akan terus diadakan guna mempersiapkan konsep dan kesiapan yang dibutuhkan agar lebih matang. Langkah terdekat adalah survei tim ke BPRSR DIY dan persiapan rapat selanjutnya. Sebelumnya pembahasan ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan banyak pihak terkait pemenuhan hak anak yang berhadapn dengan hukum di bidang pendidikan. Forum ini membahas program alternatif sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Program ini diharapkan mampu menjadi program nasional yang juga mendukung salah satu faktor pendukung Sleman sebagai Kota Layak Anak (KLA).

 


Cetak