Bapas Jogja Turut Rumuskan Kebijakan Pendidikan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Kabupaten Sleman

IMG 20191023 110104 1

Rabu (23/10), Bapas Kelas I Yogyakarta berpartisipasi dalam lokakarya perumusan kebijakan layanan Pendidikan bagi anak berhadapan dengan hukum yang diadakan oleh Forum Komunikasi Sistem Peradilan Pidana Anak (FK-SPPA) Terpadu Kabupaten Sleman.

Bertempat di Dewi Sri Meeting Room The Atrium Hotel and Resort, lokakarya dihadiri oleh Kepolisian Resor Sleman, Kepolisian Sektor dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman, Kejaksaan Negeri Sleman, Pengadilan Negeri Sleman, Bapas Kelas I Yogyakarta, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman, BPRSR Propinsi DIY, Satgas Ketahanan Keluarga wilayah Sleman, dan berbagai LSM yang concern di bidang pendidikan dan anak.

Lokakarya dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) Kabupaten Sleman, dr. Mafilindati Nuraini, M.Kes. Dalam sambutannya Mafilindati mengapresiasi adanya lokakarya ini. “Sebuah inovasi yang bagus sekali, ini akan mendorong terwujudnya Kota Layak Anak di Kabupaten Sleman. Akan saling melengkapi dengan pemenuhan hak anak dengan perlindungan khusus bagi anak dengan lebih optimal melalui PKBM. Harapannya, dalam lokakarya ini nanti akan terwujud kesepakatan perumusan kebijakan yang tepat”, kata Mafilindati.

Narasumber acara ini berasal dari tiga instansi yaitu, BAPPEDA Kabupaten Sleman, Bapas Kelas I Yogyakarta, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Jarot Wahyu Winasis, Pembimbing Kemasyarakatan Muda dari Bapas Kelas I Yogyakarta, sebagai narasumber mengajak para peserta untuk berbagi pengalaman di lapangan ketika menangani Anak Berhadapan dengan Hukum terkait dengan hak pendidikannya. “Dari data yang kami miliki, kabupaten Sleman merupakan penyumbang ABH terbesar di DIY, harapannya project ini dapat dimulai dari Sleman, kemudian untuk Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan untuk Indonesia.” Ungkap Jarot.

Dalam kesempatan kali ini, Bapas Kelas I Yogyakarta juga mengirimkan dua Pembimbing Kemasyarakatan sebagai peserta, yaitu ialah Sri Rahayu Prakarsawati dan Saiful Yusron. Sebagai Pembimbing Kemasyarakatan, Yusron juga turut memberi gambaran tentang keprihatinan dan kegelisahan yang ditemui di lapangan terkait Pendidikan bagi ABH. “Memang menjadi dilema, selama Anak menjalani proses hukum, terkadang anak harus kehilangan hak pendidikannya, padahal pendidikan itu penting bagi Anak untuk masa depannya. Di satu sisi, ketika Anak  diberi keleluasaan yang lebih, maka image yang terbentuk di masyarakat tentang penegakan hukum di Indonesia menjadi diragukan. Mungkin dari forum ini bisa muncul gagasan konsep yang dapat mengakomodir itu semua.” Ungkap Yusron.

Lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari rencana pembentukan wadah Pendidikan bagi ABH yang berada di wilayah Sleman. Kabupaten Sleman melalui Dinas P3AP2KB siap memberi dukungan penuh agar program ini segera terwujud. BPRSR Propinsi DIY juga siap memfasilitasi sarana dan prasarananya, begitu juga dengan Dinas Pendidikan dengan dukungan dari tenaga pendidiknya.

Sri Rahayu, Pembimbing Kemasyarakatan Muda Bapas Kelas I Yogyakarta, memberikan tanggapannya setelah mengikuti lokakarya tersebut. “Melihat antusiasme dan kepedulian yang tinggi dari berbagai stakeholder di kabupaten Sleman, rasanya program ini dapat segera terwujud. Semoga program ini dapat menjadi inovasi dalam mewujudkan Kota Layak Anak bagi Kabupaten Sleman.” Kata Sri Rahayu.

Kontributor: BOND


Cetak