RUTAN KELAS IIB WONOSARI IKUTI PENGUATAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS MENUJU WBK DAN WBBM OLEH KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENKUMHAM D.I. YOGYAKARTA DI LPKA YOGYAKARTA

 

rtnwonsa.jpeg

Wonosari_ “Dalam upaya pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM, Proses internalisasi menjadi hal yang sangat penting. Marwah dari pembangunan Zona Integritas adalah komitmen bersama yang harus dirajut mulai dari pimpinan hingga jajarannya”, ungkap Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham D.I. Yogyakarta, Indro Purwoko di tengah-tengah pemaparan dalam rangka memberikan pengarahan dan penguatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayanai (WBBM) kepada Satuan Kerja Pemasyarakatan yang berada di Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan penguatan dan pengarahan tersebut berlangsung pada Kamis, (17/9) di Gedung Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Yogyakarta. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Satuan Kerja Pemasyarakatan yang berada di Kabupaten Gunungkidul, yang terdiri dari Rutan Kelas IIB Wonosari, Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Yogyakarta, Rupbasan Kelas II Wonosari, dan Bapas Wonosari. Kepala Rutan Wonosari, Marjiyanto beserta seluruh Pejabat Struktural dan Tim Pokja turut hadir dalam acara tersebut.

rtnwns2.jpeg

Dalam arahannya, Indro Purwoko menegaskan bahwa salah satu aspek penting dalam penilaian TPN nantinya adalah pelayanan publik. Menurutnya, pelayanan publik menjadi salah satu hal yang penting karena memiliki dampak pada hasil survey IKM dan IPK. Dengan demikian, aspek tersebut perlu dimaksimalkan.

“Rentang waktu dua bulan ke depan harus menjadi waktu yang betul-betul dapat dimaksimalkan oleh seluruh Satuan Kerja yang berproses membangun Zona Integritas. Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI, Bambang Rantam Sariwanto beberapa waktu silam, Jogja memiliki potensi yang sangat mendukung dalam pembangunan Zona Integritas ini”, ungkapnya.

penguatan2.jpeg

Mengakhiri arahan, Indro Purwoko berharap agar seluruh kepala Satuan Kerja senantiasa menjadi motivator bagi jajarannya dan dapat berperan sebagai role model. “Duduk lagi bersama dengan masing-masing pokja. Pahami substansi pembangunan ZI dan berusaha berproses dengan penuh keikhlasan”, tutupnya.

Kontributor : Rutan Wonosari

.


Cetak