Rapat Progres Perencanaan Pembangunan LPP Yogyakarta, Kadiv PAS Minta Perencana dan Konsultan Manajemen Konstruksi Tingkatkan Sinergi

 kadivpas rapat lpp

YOGYAKARTA - Bertempat di Bale Timoho Resto, Yogyakarta, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham D.I. Yogyakarta, Gusti Ayu Putu Suwardani, menghadiri Rapat Kordinasi Progres Perencanaan Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Yogyakarta, Jumat (21/2/2020).

 

Kegiatan diawali dengan laporan progres pembangunan oleh Kepala LPP Kelas IIB Yogyakarta, Retno Yunihardiningsih. Pembangunan LPP sendiri dilaksanakan di lahan yang dimiliki oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Wonosari, dimana alokasi lahan yang diberikan seluas 12.000 m2. Perencanaan pembangunan LPP dijabarkan seluas 10.000 m2 untuk bangunan LPP Yogya, dan sisanya merupakan lahan untuk dibangunnya fasilitas rumah dinas. 

 

“Kami berencana untuk mengajukan permintaan anggaran pada tahun 2021 guna pemenuhan sarana prasarana, karena tahun ini dana yang tersedia difokuskan hanya ke pembangunan bangunan kantor dan rumah dinas saja," ungkap Retno. 

 IMG 20200221 WA0056

Tidak lupa Retno juga menjabarkan proses pemenuhan persyaratan administrasi, seperti Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) telah dilakukan jajarannya.

 

Selanjutnya konsultan perencanaan, PT. Arsigraphi menerangkan tentang hasil kajian ulang (review) dokumen Perencanaan Pembangunan Lapas Perempuan yang telah melalui tahap DED Masterplan yang selesai pada tahun 2019. 

 

“Laporan review kami mohon untuk dikoreksi kembali, agar bisa segera digunakan untuk proses pelelangan dan sesuai kalender kerja,” kata Yuli, selaku perwakilan konsultan perencana.

 

Sementara dari pihak Konsultan Manajemen Konstruksi, PT. Kala Prana menegaskan pihaknya akan tetap melakukan fungsi pengendalian terhadap hasil review konsultan perencana secara cermat. Tarman selaku Ahli Madya Manajemen Konstruksi PT. Kala Prana mengungkapkan bahwa pihaknya akan memastikan seluruh dokumen perencana bisa tertata dengan baik dan lengkap sehingga memudahkan tahapan selanjutnya yaitu proses pelelangan. 

 

“kami akan kontrol semua item, hingga ke detail terkecil, seperti gambar, dan rencana anggaran biaya, agar bisa mendapatkan kualitas bangunan maksimal dari anggaran yang tersedia,” imbuhnya.

Menanggapi laporan Progres Pembangunan, Kadiv PAS Yogyakarta mengaku cukup puas atas data dan informasi yang diberikan para pihak. Pihaknya selaku pejabat baru merasa terbantu, karena bisa mendapatkan gambaran riil segala kendala di lapangan terkait pembanguna LPP Yogyakarta. Tidak lupa Gusti Ayu juga mengingatkan para pihak agar bekerja secara bersungguh-sungguh dan cepat, karena perjuangan menurunkan anggaran pembanguan LPP Yogyakarta sangatlah berat. 

 

“Kita dulu harus sekuat tenaga meyakinkan pimpinan, dengan argument yang tegas dan data dukung yang lengkap, agar alokasi dana pembangunan LPP bisa maksimal," ujar Gusti Ayu. 

 

Harapan besar agar bangunan LPP Yogyakarta kelak membawa ciri khas dan karakteristik keistimewaan Yogyakarta sebagai daerah istimewa di Indonesia juga disinggung Gusti Ayu.

Terakhir, Gusti Ayu menyarankan para pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Manajemen Konstruksi untuk bisa duduk bersama, bersinergi membahas perencanaan pembangunan LPP Yogyakarta secara detil dan mendalam. 

 

"Pangkas prosedur yang bertele-tele dari perencana ke manajemen konstruksi, bahas kendala yang ada bersama, agar tahapan ini bisa segera rampung,” pungkas Gusti Ayu.

 

(Humas Kanwil Kemenkumham D.I Yogyakarta - Jogja Pasti Istimewa)


Cetak