New Normal, Penyuluhan Hukum Di Lakukan Secara Virtual

 

ph2.jpeg

Yogyakarta_ Kondisi negara yang sedang mengalami wabah pandemi penyebaran covid-19 ini tidaklah menyurutkan kinerja penyuluh hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (kemenkumham) D.I. Yogyakarta untuk memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat luas guna memberikan pencerahan akan sadar hukum dalam menjalani kehidupan dalam bernegara. Seperti yang dilakukan penyuluh hukum kanwil Misbakhul Munir dan Dyah Kusmurdiyanti saat memberikan penyuluhan hukum kepada warga Kalurahan Bunder, Patuk Gunungkidul melalui zoom meeting, Senin (29/06/20).

Penyuluh Hukum Muda, Misbakhul Munir menyampaikan penyuluhan hukum secara virtual ini dilaksanakan sesuai anjuran pemerintah bahwa dalam pembiasaan kehidupan baru yang disebut new normal semua bentuk kegiatan harus dengan memperhatikan protokol kesehatan agar dapat mencegah penyebaran covid19. Meskipun demikian tidak harus berhenti sama sekali untuk berkinerja dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Masyarakat harus tetap diberikan pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau, dan terukur. Kepuasan masyarakat terhadap suatu layanan publik merupakan salah satu indikator pengukuran kinerja pemerintah. Kinerja pemerintah dinilai baik Ketika memberikan pelayanan publik yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. Kegiatan penyuluhan secara virtual ini merupakan salah satu layanan yang diberikan kepada masyarakat supaya masyarakat paham dan tahu tentang hukum meskipun pada masa pandemi saat ini. “ jelas Misbakhul Munir saat memberikan penyuluhan terkait pelayanan publik.

ph.jpeg

 

Sementara itu, Dyah Kusmurdiyanti menghadapi masa pandemik saat ini dalam paparannya menyampaikan aktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat guna mencegah penularan covid19 yang disebut new normal merupakan langkah pemerintah agar masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan tatanan yang telah ditetapkan. “Dimanapun saat kita berada tetaplah menerapkan kehidupan dan tatanan new normal tepatnya di tempat kerja. Pemakaian masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak adalah yang terpenting. Apabila masyarakat tertib dalam mematuhi anjuran pemerintah maka resiko penularan dapat ditekan menjadi 1,5%. Jangan sampai New Normal menjadi new danger.” tutur Yanti panggilan akrabnya.

ph1.jpeg

Kegiatan penyuluhan tersebut juga diikuti oleh Kus Aprianawati selaku Kepala Bidang Hukum kanwil kemenkumham D.I. Yogyakarta dan Mukarno yang juga salah seorang penyuluh hukum kanwil.

ph3.jpeg

(Humas Kanwil Kemenkumham DIY – Jogja Pasti Istimewa)


Cetak