Perlindungan Kekayaan Intelektual,  Berikan Kemanfaatan Bagi Perguruan Tinggi, Sentra Industri dan UKM

20211129 120902

Yogyakarta_Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu daerah potensi kekayaan intelektual terbesar di Indonesia. Mengingat banyaknya perguruan tinggi baik negeri dan swasta yang berada di Yogyakarta ,maka tidak heran banyak ilmuwan yang berkontribusi di level internasional berasal dari sini. Begitu pula paten dan hak cipta, universitas telah menyumbangkan angka yang signifikan. Guna memberikan pemahaman dan pendekatan pembelajaran masyarakat untuk pengembangan para pelaku usaha dengan tujuan mendukung bidang usaha mereka serta peningkatan kesadaran para pelaku usaha akan pentingnya perlindungan usaha usaha mereka, terutama di bidang Kekayaan intelektual, Direktorat Jenderal Kekayaan Internasional (DJKI) bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dan didukung oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia D.I.Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Keliling " Perlindungan dan Pemanfaatan Kekayaan Intelektual bagi Kalangan Universitas, Industri dan Usaha Kecil Menengah" di Hotel JW. Marriot Yogyakarta, yang akan berlangsung dua hari, Senin-Selasa  tanggal 29 -30 Nopember 2021.

IMG 20211129 WA0023

Budi Argap Situngkir selaku Kepala Kantor Wilayah menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan seminar ini. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutannya. "Sugeng Rawuh di kota Yogyakarta, kota budaya, kota pelajar dan kota berbudaya. Ketika Bapak Ibu mendengar nama Yogyakarta pasti akan berpikir tentang keunikan kota di Jawa ini. Unik karena kita bisa melihat berbagai tradisi Jawa yang begitu melekat di kota ini dan masyarakatnya, seperti batik (kain dengan corak khusus yang dibuat dengan tangan (dilukis dan dicetak), kerajinan perak, pertunjukan wayang, musik tradisional atau gamelan, bahkan makanan khas Yogyakarta yang disebut Gudeg. Tentu saja ini akan membantu para pelaku usaha dan kalangan Perguruan Tinggi dan Industri, untuk pemanfaatan dan perlindungan atas kekayaan intelektual".jelasnya.

 

Sosialisasi Kekayaan Intelektual merupakan salah satu dari beberapa kebijakan strategis yang ditetapkan DJKI guna menunjang sistem KI yang baik. Hal tersebut disampaikan Daulat P. Silitonga , Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan KI saat membacakan sambutan Plt. Direktur Kekayaan Intelektual, Razillu. " Guna meningkatkan kualitas pelayanan, DJKI mempermudah akses masyarakat melakukan permohonan KI dengan sistem aplikasi online. Ini merupakan upaya untuk mewujudkan DJKI sebagai unit layanan yang profesional dan berintegritas dalam mendukung good governance melalui optimalisasi teknologi informasi dan mencapai visi "the Best IP Office".tegasnya

 

Selanjutnya usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi diantaranya peran Direktorat Kerjasama dan Pemberdayaan KI dalam peningkatan pemahaman dan  Pengelolaan KI, Sistem perlindungan paten dan perkembangannya serta Sistem Perlindungan Merek dan Indikasi Geografis di Indonesia dan Perkembangannya dengan narasumber Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan KI, Daulat P. Silitonga, Kasubdit Permohonan dan Publikasi, Direktorat Paten, Slamet Riyadi dan Mr. Nishimaya Tomohiro dari JICA Expert.

(Humas Kanwil Kemenkumham DIY-Yogya Pasti Istimewa)


Cetak